Bangun Dapur Indonesia di Gaza Palestina

Bangun Dapur Indonesia di Gaza Palestina

Rp 00% of Rp 0
DT PeduliDT Peduli

IPC memproyeksikan lebih dari 1,4 juta warga Gaza, sekitar 67% penduduknya, akan menghadapi krisis pangan akut pada Juli–Desember 2026. Di antaranya, hampir 101.000 anak usia 6–59 bulan terancam malnutrisi akut. Namun angka itu bukan sekadar angka. Di baliknya ada ibu yang mengurangi porsinya agar anak-anaknya bisa makan, dan keluarga yang belum tahu apakah esok masih ada yang bisa dibagikan.

Alhamdulillah, kebaikan Sahabat Peduli telah berulang kali menjadi makanan bagi warga Palestina. Namun kebutuhan pangan di Gaza tidak berhenti setelah satu kali penyaluran. Makanan dibutuhkan hari ini, esok, dan selama mereka masih harus bertahan dalam keterbatasan.

Karena itu, melalui amanah Sahabat, diikhtiarkan pembangunan Dapur Indonesia di Gaza: dapur komunitas darurat semi permanen yang menjadi pusat produksi dan distribusi makanan hangat bagi masyarakat terdampak. Namanya membawa pesan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya menyaksikan dari kejauhan, tetapi ikut hadir mengenyangkan saudaranya.

Sedekah Sahabat akan digunakan untuk menyiapkan tempat produksi, peralatan memasak, instalasi air, gas, dan listrik, bahan pangan, kemasan, tenaga operasional, distribusi, serta monitoring dan pelaporan. Insya Allah, pada fase awal dapur ini ditargetkan memproduksi 3.000 paket makanan hangat per hari, atau 90.000 paket dalam 30 hari, menyesuaikan kondisi keamanan dan akses kemanusiaan di lapangan.

Kita mungkin belum mampu menghentikan seluruh penderitaan di Gaza. Namun melalui kebaikan yang dihimpun bersama, lebih banyak keluarga bisa makan dan lebih banyak anak mendapat tenaga untuk bertahan. Pastikan Sahabat menjadi bagian yang menyalakan dapurnya, melalui DT Peduli sebagai jalan amanah.

Catatan Amanah: Sedekah diprioritaskan untuk Dapur Indonesia dan bantuan pangan Palestina. Berdasarkan kedaruratan, keamanan, dan akses kemanusiaan, DT Peduli dapat menyalurkannya ke program prioritas lain di kawasan Bumi Syam (Palestina, Yordania, Suriah, Lebanon) agar manfaatnya dirasakan sebanyak-banyaknya.