5 Cara Kelola THR Lebaran Bijak & Penuh Berkah
Artikel

5 Cara Kelola THR Lebaran Bijak & Penuh Berkah

6 Oktober 2026Ditulis oleh Tim Redaksi Sedekah.idDitinjau dengan prinsip BAL (Benar · Akurat · Lengkap)

Kelola THR Lebaran bijak dengan: (1) sisihkan 30% untuk dana darurat, (2) lunasi utang konsumtif, (3) belanjakan 40% untuk kebutuhan Lebaran, (4) alokasikan 10-20% untuk investasi atau tabungan jangka panjang, dan (5) sisihkan 5-10% untuk sedekah atau berbagi kepada yang membutuhkan.

Apa Itu THR dan Mengapa Penting Dikelola?

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah hak pekerja yang diberikan menjelang Lebaran, biasanya setara satu bulan gaji. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, THR wajib dibayarkan maksimal H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri. Meski terasa seperti rezeki nomplok, THR bisa habis tanpa jejak kalau nggak dikelola dengan baik—makanya, penting banget untuk punya rencana sejak awal.

1. Sisihkan 30% untuk Dana Darurat

Hal pertama yang perlu kamu lakukan: alokasikan sekitar 30% THR untuk dana darurat. Kenapa? Karena hidup itu nggak bisa ditebak—bisa aja ada kebutuhan mendesak setelah Lebaran, seperti biaya kesehatan, perbaikan kendaraan, atau keperluan anak sekolah.

Kalau kamu belum punya dana darurat sama sekali, ini momen tepat untuk mulai. Idealnya, dana darurat minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan. Simpan di rekening terpisah atau instrumen yang mudah dicairkan, seperti tabungan berjangka atau deposito jangka pendek.

2. Lunasi Utang Konsumtif Dulu

Punya cicilan kartu kredit, pinjaman online, atau utang ke teman? Prioritaskan untuk melunasinya. Utang konsumtif biasanya punya bunga tinggi—rata-rata bunga kartu kredit di Indonesia mencapai 2-3% per bulan atau sekitar 24-36% per tahun.

Melunasi utang bukan cuma bikin lega secara finansial, tapi juga bikin hati tenang. Kamu bisa mulai Lebaran dengan lapang dada, tanpa beban pikiran soal tagihan yang menumpuk.

3. Belanjakan 40% untuk Kebutuhan Lebaran

Lebaran identik dengan belanja: baju baru, kue, parcel, mudik, hingga angpao untuk keponakan. Alokasikan sekitar 40% THR untuk semua keperluan ini. Tapi ingat, tetap buat daftar prioritas dan patuhi budget.

Tips: hindari belanja impulsif. Cek dulu apa yang benar-benar dibutuhkan versus yang sekadar diinginkan. Misalnya, daripada beli baju baru 5 potong, cukup 2-3 potong berkualitas yang bisa dipakai lama. Sisanya bisa dialihkan ke pos lain yang lebih produktif.

Kalau kamu punya anak, ini juga waktu yang tepat untuk [mengajarkan mereka menabung sejak dini](/artikel/7-cara-ajarkan-anak-menabung-sejak-dini-untuk-berbagi)—ajak mereka terlibat dalam perencanaan keuangan keluarga dengan cara yang fun.

4. Investasi atau Tabungan Jangka Panjang (10-20%)

Setelah urusan darurat dan kebutuhan Lebaran selesai, sisihkan 10-20% THR untuk investasi atau tabungan jangka panjang. Ini bisa jadi modal untuk tujuan masa depan: biaya pendidikan, umrah, atau dana pensiun.

Pilihan investasi bisa disesuaikan profil risiko kamu: reksa dana untuk pemula, emas, atau saham kalau sudah paham. Kalau mau yang lebih praktis dan otomatis, kamu bisa manfaatkan [fitur e-wallet untuk otomasi tabungan bulanan](/artikel/7-fitur-e-wallet-untuk-otomasi-sedekah-bulanan-praktis) agar konsisten tanpa perlu repot.

Yang penting, jangan biarkan uang THR hanya nganggur di rekening tanpa tujuan jelas. Uang yang dikelola dengan bijak akan terus berkembang dan memberi manfaat jangka panjang.

5. Sisihkan 5-10% untuk Sedekah dan Berbagi

Lebaran bukan cuma soal kebahagiaan diri sendiri, tapi juga kesempatan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Sisihkan 5-10% THR untuk sedekah, zakat fitrah, atau membantu mereka yang kurang beruntung.

Berbagi bukan cuma bikin orang lain senang, tapi juga bikin hati kita lebih tenang dan penuh syukur. Allah SWT berfirman dalam Al-Baqarah: 261, bahwa sedekah yang ikhlas akan dibalas berlipat ganda. Rezeki yang dibagikan justru akan kembali dalam bentuk keberkahan yang nggak terduga.

Kamu bisa salurkan sedekah untuk berbagai program: bantuan pangan untuk keluarga prasejahtera, santunan anak yatim, atau [bantuan air bersih untuk daerah krisis](/artikel/5-fakta-krisis-air-bersih-di-indonesia-cara-berkontribusi). Pilih program yang sesuai dengan hati dan niat kamu.

---

Kelola THR dengan Hati, Raih Berkah Lebaran

THR adalah rezeki yang datang setahun sekali. Kalau dikelola dengan bijak, THR bisa jadi awal kebiasaan finansial yang lebih sehat: punya tabungan darurat, bebas utang, bisa investasi, dan tetap berbagi dengan sesama.

Mulai dari sekarang, coba terapkan kelima cara di atas. Buat rencana sederhana, catat alokasi per pos, dan komitmen untuk menjalankannya. Ingat, berkah bukan cuma soal berapa banyak yang kita terima, tapi seberapa bijak kita mengelolanya—dan seberapa ikhlas kita berbagi.

Wujudkan Berkah THR dengan Berbagi

Jika kamu ingin menyisihkan sebagian THR untuk berbagi kebahagiaan Lebaran dengan mereka yang membutuhkan, kamu bisa salurkan sedekah atau zakat fitrah melalui Sedekah.id. Mulai dari Rp10.000, kamu sudah bisa ikut menyebarkan kebaikan. Yuk, jadikan Lebaran tahun ini lebih bermakna—untuk diri sendiri dan sesama.

FAQ: Kelola THR Lebaran

Kapan THR harus dibayarkan oleh perusahaan?

THR wajib dibayarkan paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri sesuai aturan Kementerian Ketenagakerjaan. Jika terlambat, perusahaan bisa dikenai sanksi.

Berapa persen THR sebaiknya untuk dana darurat?

Idealnya 30% dari THR disisihkan untuk dana darurat, terutama jika kamu belum punya tabungan darurat yang cukup (minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan).

Apakah THR kena pajak?

Ya, THR termasuk penghasilan kena pajak dan akan dipotong PPh 21 sesuai tarif progresif berdasarkan total penghasilan tahunan kamu.

Bolehkah THR dipakai semua untuk belanja Lebaran?

Boleh, tapi tidak bijak. Lebih baik alokasikan maksimal 40% untuk belanja Lebaran, sisanya untuk dana darurat, lunasi utang, investasi, dan sedekah agar THR lebih bermanfaat jangka panjang.

Bagaimana cara mulai investasi dari THR untuk pemula?

Mulai dari instrumen sederhana seperti reksa dana pasar uang atau emas. Sisihkan 10-20% THR, pilih platform terpercaya, dan pelajari dulu profil risiko kamu sebelum berinvestasi.